Tampilkan postingan dengan label 8. Process. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 8. Process. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

USAHA INDUSTRI ROTI ASPEK PRODUKSI

PROSES PRODUKSI
Secara umum pembuatan roti yang dilakukan terdiri dari peracikan bahan, pembuatan adonan, pencetakan dan pemasakan dengan oven.

Proses peracikan bahan, dilakukan dengan komposisi bahan yang tepat sesuai jenis roti yang dihasilkan. Kesalahan dalam penentuan jumlah masing-masing bahan akan berakibat gagalnya produk yang dihasilkan. Adapun pembuatan adonan, dilakukan sedemikian rupa dengan alat mixer atau secara manual. Apabila cara pengolahan yang tidak tepat, waktu juga kurang atau berlebih maka hasil produknya juga kurang baik.

Semua proses produksi dilaksanakan oleh karyawan dengan pengawasan langsung oleh pemilik perusahaan. Selanjutnya proses produksi pembuatan roti secara umum dapat dilihat pada Gambar.7


Gambar.7 Alur Proses Produksi Roti

http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=50214&idrb=44401

Proses Produksi-INDUSTRI ASAM LAKTAT DENGAN APLIKASI PRODUK YAKULT

A. LATAR BELAKANG
Penyimpangan pada makanan dan minuman yang khususnya pada produk makanan instan akhir-akhir memang sudah tidak layak dikonsumsi. Para penjual biasanya mengganti bahan baku makanan yang agak mahal pada produk makanan tersebut dengan bahan-bahan kimia yang akan membuat makanan lebih murah, lebih lezat disantap, dan dapat merusak nilai gizi dari produk makan itu serta yang paling penting dapat menimbulkan berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut dikemudian hari bila mengkonsumsi berkali-kali.
Mengetahui itu semua memang susah mengkonsumsi makanan instan saat ini yang sehat bagi tubuh dan tidak berdampak besar bagi tubuh kita dikemudian hari tetapi, tidak semua produk makanan yang dapat berhasil dicampur dengan bahan kimia contohnya, seperti halnay tempe yang difermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus, jamur difermentasikan dengan Rhizopus oryzae, dan keju difermentasikan dengan bakteri Streptococus sp. Oleh karena itu penjual tidak akan mencampurkan bahan-bahan kimia pada tempe atau produk makanan dan miuman fermentasi lainnya karena bahan kimia tersebut akan membunuh mikrobiologi yang berperan sangat besar dalam pembuatan tempe. Begitupun juga dengan Yakult minuman yang dibuat dengan bantuan bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup yang disebut sebagai bakteri probiotik karena manfaatnya yang sangat besar bagi tubuh.
Yakult adalah minuman susu fermentasi, yang dibuat dengan cara memfermentasi susu bubuk skim yang mengandung bakteri asam laktat hidup Lactobacillus casei Shirota strain. Lactobacilllus casei Shirota strain adalah galur unggul yang mudah dan cocok untuk dikembangbiakkan dalam minuman dasar susu.
Susu fermentasi jenis ini berasal dari Jepang dan ditemukan oleh Dr. Minoru Shirota sejak tahun 1930. Yakult memiliki citarasa sedikit asam, agak manis, tidak menggumpal, berwarna cerah serta homogen. Oleh karena itu, konsumen cenderung menyukai Yakult dibandingkan dengan yoghurt dan kefir bukan hanya cita rasa yang dapat menguncang lidah konsumen yang meminum susu fermentasi bakteri Lactobacillus casei Shirota strain ini tetapi, Yakult memliki banyak kandungan nilai gizi tinggi yaitu diantaranya megandung protein, lemak, vitamin, mineral, karbohidrat, air, dan nilai kalori yang dapat menjadikan tubuh agar tetap sehat dan menjaga tubuh dari penyerangan penyakit berbahaya lainnya.
B. BAHAN BAKU
Produksi asam laktat mayoritas menggunakan gula yang di fermentasi oleh lactic acid bacteria seperti Lactobacillus, yang memiliki high acid tolerance dan bisa direkayasa genetika untuk menghasilkan D-(-) atau L-(+) optical isomers dari asam ini secara selektif. Namun bakteri jenis ini memerlukan medium kompleks yang bisa membuat proses pemurnian (downstream processing) sulit dan mahal. Ditambah, bakteri ini juga tidak mampu mengfermentasi gula pentosa dengan efektif. Solusinya adalah penggunaan bakteri lain jenis Escherichia coli yang telah direkayasa genetika guna produksi asam laktat secara optimum.
Beberapa penelitian telah dilakukan dengan menggunakan E. coli. Produksioptically pure D-lactic acid dimineral media bisa dilakukan hingga mencapai produktivitas 10.8 mM/hour dengan bahan baku glucose 50 g/l. Selain itu, L-lactic acid diproduksi dengan mengganti gen ldhA E. coli dengan ldhL dari Pediococcus acidilactici yang mampu menghasilkan optically pure L-lactic acid dengan laju 7.18 mM/hour. Sucrose dan mollases juga bisa dipakai dan menghasilkan D-lactic acid dengan yield sampai 97%. Di samping itu, aplikasi growth-based selection technique sukses menghasilkan jenis E. coli yang memproduksi 28.6 mM/hour froD-lactic aciddari 100 g/l sucrose dalam LB medium. Perlu juga diketahui jika genetically modified yeast S. cerevisiae yang membawa enam copy gen bovine L-LDH bisa memproduksi > 1 M L-lactic acid dengan kemurnian 99.9 % optical purity.
Sedangkan bahan baku yakult adalah bakteri Lactobacillus casei Shirota strain hidup. Susu bubuk skim, Skimmed milk atau susu skim. Disebut juga susu padat atau bebas lemak. Susu skim merupakan produk samping dari pemisahan butterfat (lemak mentega) dari susu utuh atau susu full cream, sehingga bebas lemak. Dalam bentuk bubuk, susu ini membuang kadar airnya sekitar 91%. Sukrosa dan glukosa, Sukrosa atau glikosa adalah bentuk dari karbohidrat, jenis gula yang paling sering digunakan adalah kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk merubah rasa dan keadaan makanan atau minuman .Glukosa (C6H12O6), suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga. Perisa. Air (H2O) adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi.Tubuh agar berfungsi dengan baik memerlukan 1 -7 literi air setiap hari. Air merupakan pelarut universal karena dapat melarutkan hamper banyak zat.
C. ALAT PROSES
1. Tangki pelarutan
Bahan-bahan utama yaitu susu bubuk skim dan glukosa dicampur dengan air dan ditampung dalam tangki pelarutan.
2. Tangki pembibitan
Dalam tangki ini bibit bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain disiapkan dan dikembangbiakkan.

3. Tangki fermentasi
Selanjutnya bibit bakteri Lactobacillus Casei Shirota Strain dicampu dengan campuran bahan-bahan di no. 1 diatas dan dimasukkan kedalam tangki fermentasi.
Tangki fermentasi
4. Proses homogenizer
Tahap berikutnya dilakukan proses Homogenizer dan diawasi secara ketat.
Proses quality kontrol yang ketat
5. Tangki pencampur
Hasil proses homogenizer tersebut dicampur dengan sirup dari tangki sirup dan disimpan dalam tangki pencampur.
6. Tangki penampung
Kemudian hasil dari proses no. 4 tersebut dicampur dengan air yang sudah di sterilisasi dan ditampung didalam tangki penampung.
7. Mesin pembuat botol
Untuk menjaga higienitas dari Yakult, maka proses pembuatan botol dilakukan sendiri oleh Yakult Indonesia.
Mesin pembuat botol Yakult
8. Mesin pengisian
Selanjutnya minuman Yakult sudah siap diisi ke dalam botol. Di botol tersebut juga dicetak semua informasi yang ada seperti kandungan nutrisi, tanggal kadaluwarsa, dll.
Proses pengisian Yakult ke dalam botol
9. Mesin pengepakan
Botol-botol yang sudah terisi untuk selanjutnya dikemas dalam kemasan dimana 1 kemasan ( packing ) terdiri dari 5 botol Yakult.
10. Ruang pendingin
Kemasan yang berisi botol Yakult disimpan dalam ruang pendingin untuk menjamin kualitas dari minuman kesehatan Yakult.
11. Distribusi
Dari ruang pendingin tersebut selanjutnya Yakult siap didistribusikan ke pelanggan melalui sistem penjualan langsung ( Direct Sales ) untuk dikirim ke toko-toko dan supermarket maupun melalui sistem penjualan oleh Ibu-ibu Yakult Lady untuk dikirim ke rumah-rumah setiap hari.

Keterangan:
1. Tangki pelarutan
2. Tangki pembibitan
3. Tangki fermentasi
4. Proses homogenizer
5. Tangki pencampur
6. Tangki penampung
7. Mesin pembuat botol
8. Mesin pengisian
9. Mesin pengepakan
10. Ruang pendingin
11. Distribusi
E. LANGKAH PROSES
Produksi Yakult (langkah-demi langkah) :
“Tujuan Yakult itu dibangun” pabrik di Dandenong adalah fasilitas manufaktur berteknologi maju.Ia menggabungkan beberapa peralatan pengolahan makanan terbaru. standar yang ketat berlaku untuk memproduksi Yakult, memastikan hasil minuman yang dekat dengan 99% (ini berarti bahwa 99% dari bahan baku berakhir di botol) Tidak ada oleh-produk dan limbah kecil..The Yakult pabrik di Australia, berpusat di Victoria dan membuat Yakult bagi seluruh dari Australia.
1. Bahan Baku pencampuran
Susu bubuk skim, gula dan dekstrosa dicampur dengan disaring, air steril untuk membuat larutan susu manis.
2. Sterilisasi
Solusi, manis susu yang disterilkan pada suhu tinggi untuk waktu yang singkat, menghancurkan setiap bakteri yang mungkin ada. Proses ini disebut UHTST (Ultra Heat Treatment, Short Time). Solusi tersebut kemudian ditransfer ke tangki fermentasi 6.000 liter melalui sistem tertutup pipa dan katup.
UHTST (Perlakuan Panas Ultra, Waktu Pendek)
Suhu Danijel pemrosesan Ultra-Tinggi (sering Less)-perlakuan Panas ultra (disingkat keduanya UHT) adalah sterilisasi parsial USING makanandengan memberikan pemanasan untuk Artikel Yang waktu singkat, sekitar 1-2 Detik, Suhu PADA melebihi 135 oC (275 oF), Yang Suhu merupakan Yang diperlukan untuk Artikel membunuh spora dalam susu. UHT Produk Yang Umum adalah susu memucat, namun transovarial Suami juga digunakan untuk Artikel jus buah, Krim, yogurt, anggur, sup, rebusan Artikel Baru. susu UHT diciptakan PADA 1960-an dan Jaksa menjadi konsumsi umumnya tersedia untuk Artikel Di Tahun 1970-an.
Panas Tinggi selama transovarial UHT dapat menyebabkan Maillard browning (ANTARA Kimia reaksi asam amino Dan Gula pereduksi, biasanya membutuhkan Panas) dan perubahan rasa susu Dan bau Produk.
3. Fermentasi Tank
Lactobacillus casei Shirota strain Live, berbudaya dan diuji di laboratorium kami, akan ditambahkan ke tangki. Suhu tangki kemudian dikurangi sampai isinya pada 37 oC (suhu tubuh). Solusinya adalah diperbolehkan untuk fermentasi dalam tangki selama 6-9 hari atau sampai jumlah bakteri Lactobacillus casei mencapai konsentrasi ideal mereka.
4. Papan pengawas
Mesin ini sepenuhnya terkomputerisasi dan mengontrol aliran produksi. lampu warna-warni yang berbeda menunjukkan setiap wilayah yang membutuhkan perhatian.
5. Peralatan Tank
Rasa jeruk ditambahkan ke konsentrat.
6. Tangki penyimpangan
The rasa, konsentrat dipindahkan ke tangki penyimpanan 12.000 liter, berisi solusi sirup dingin.Tangki dingin untuk sekitar 2 oC.
7. Air Steriliser
Yakult air yang menggunakan de-mineralisasi (apapun terlarut klorida dan fluorida yang dihapus) oleh sebuah proses yang disebut “osmosis balik”. air tersebut kemudian UV steril, setelah itu disimpan dalam tangki 25.000 liter memegang sebelum digunakan dalam proses produksi.
8. Mixing Tank
Sebelum pembotolan, mengkonsentrasikan diencerkan dengan disaring, air steril dengan perbandingan 1:1.
9. Injection Blow Moulding Machine
Botol plastik yang diproduksi, di lokasi, dari polistiren makanan tiga kelas.
The blow-molding injeksi mesin memiliki kapasitas untuk memproduksi 10.000 botol per jam.
10. Botol Storage Tank
Extra botol dibuat dan disimpan dalam tangki, penyimpanan steril botol besar yang mampu menyimpan 780.000 botol, cukup untuk satu minggu produksi dan pembotolan Yakult.
11. Selector
Botol drop down saluran besar dari tangki penyimpanan ke dalam sebuah botol besar pemilih melingkar yang menempatkan botol pada posisi tegak sebelum dimasukkan ke garis mengisi.
12. Printing Station
Botol bergerak sepanjang ban berjalan ke stasiun cetak di mana nama “Yakult” dan informasi pelabelan tepat yang diperlukan oleh hukum, yang tercetak di dalam botol-instan pengeringan, tinta merah.
13. Filling, Capping Mesin & Sealing
Mesin mengisi memiliki kapasitas untuk mengisi 36.000 botol Yakult per jam.
Setelah botol diisi dengan Yakult, mereka ditutup dengan penutup foil, dicetak dengan menggunakan-menurut tanggal, disegel dan ditransfer sepanjang ban berjalan ke fasilitas kemasan.
14. Kecilkan-Bungkus & Mesin Pembungkus
Di sinilah satu botol Yakult diurutkan dalam kelompok-kelompok lima dan dibungkus plastik dalam film polietilen. 10 x lima paket dikelompokkan bersama dan dibungkus lagi dalam film polietilen dan kemudian panas menyusut, membentuk sebuah “slab” 50 botol Yakult.
15. Selesai Produk
16. Pendinginan Kamar
Lembaran dipindahkan ke palet, dibungkus dan disimpan pada suhu 2-3 oC sementara menunggu pengiriman ke toko.
17. Distribusi
truk pendingin memberikan Yakult ke gudang dari jaringan supermarket besar (misalnya Safeway / Woolworths dan Coles) untuk dibagikan kepada individu supermarkets.Yakult dikirim langsung ke supermarket independen, bar susu, gyms, toko makanan kesehatan, Motels, rumah sakit dan outlet lain dengan kami konsultan penjualan. Di beberapa daerah Yakult tersedia melalui layanan pengiriman kami pulang.
18. Kebersihan
Yakult adalah minuman susu fermentasi, yang berisi kultur bakteri hidup. Dalam rangka mempertahankan kualitas tinggi Yakult, kebersihan standar yang ketat harus dipenuhi dalam produksi.
19. Yakult Jaminan Kualitas
Yakult memelihara program jaminan mutu yang komprehensif untuk memastikan bahwa produk kami adalah kualitas tertinggi. Untuk alasan ini, contoh dikumpulkan untuk analisis laboratorium di seluruh proses produksi untuk memastikan bahwa tindakan jaminan mutu di tempat telah efektif.
pengujian kami melibatkan lebih dari 150 sampel per menjalankan produksi, di mana total lebih dari 200 tes dilakukan. Ini menentukan caseinumbers Lactobacillus, memeriksa kontaminan potensial, kualitas mikrobiologi, komposisi, keasaman, atribut fisik dan rasa. Selain itu, setiap botol diperiksa untuk tanda-tanda yang tidak diinginkan dan pencetakan yang tidak benar.
tindakan jaminan mutu berada di tempat untuk menjaga standar untuk personil dan hygience pabrik, membersihkan peralatan, metode dan parameter pengolahan, dan penanganan produk.penjaminan mutu Yakult’s utlises sistem yang disebut “Hazard Analysis and Critical Control Points” (HACCP). Prinsip-prinsip HACCP secara internasional diakui sebagai metode yang sangat baik untuk memastikan standar ketat yang tinggi.
20. Manajemen Limbah
Membersihkan – Yakult berpegang pada suatu program kesehatan komprehensif dan sanitasi, mengikuti program pembersihan yang dominan diatur oleh CIP (cleaning di Tempat). Uap, pembersih ramah lingkungan, digunakan untuk mensterilkan pipa-pipa dan tangki. Sebuah bersih satu fasa kimia digunakan, mengurangi jumlah bahan kimia diperkenalkan ke dalam saluran air, bahan kimia berbasis klorin tidak digunakan.
limbah padat – Jumlah limbah padat relatif kecil dan sejumlah langkah yang dilakukan untuk mengurangi limbah. Daur ulang terjadi di mana secara ekonomi dan lingkungan yang layak.produk Kertas (susu bubuk skim tas, dsb) didaur ulang. Botol dilumatkan dan dicampur dengan resin lain yang akan dibuat menjadi berbagai produk plastik, misalnya kursi dan meja.
Limbah cair – Setiap limbah cair masuk ke dalam sebuah tangki penampungan di fasilitas pengolahan air. Keasaman (pH) air disesuaikan dengan asam atau alkalin untuk memenuhi standar Melbourne Air sebelum dilepaskan ke sistem pembuangan limbah.
21. Manajemen Energi
Yakult memiliki komitmen untuk menggunakan energi secara efisien dan bijaksana untuk alasan lingkungan dan ekonomi yang sehat. pabrik tersebut mencakup peralatan terbaru dan teknik untuk mengurangi jumlah energi yang digunakan.
Sebagai contoh:
o Semua cairan dipanaskan dengan menggunakan piring pertukaran panas.
o Semua mesin terawat dengan baik untuk berfungsi secara optimal, memastikan energi itu tidak hilang atau sia-sia.
o Tidak CFC yang digunakan dalam pendinginan atau pendinginan.
o Off tingkat puncak digunakan untuk utilitas bila memungkinkan. Sebagai contoh, bank penyimpanan air es terus di air semua pada 0 oC menggunakan kompresor yang berjalan di malam hari, selama off harga puncak.
o boiler kami menggunakan gas alam dan dijalankan untuk jangka pendek yang diperlukan (karena tidak ada polusi dipancarkan).


http://bagasvanirawan.wordpress.com/2010/07/20/industri-asam-laktat-dengan-aplikasi-produk-yakult/

Proses Produsi-Proses Produksi Tempe

Proses Produksi Tempe
Tahapan proses produksi tempe adalah sbb :
  1. Biji kedele yang telah di pilih/di bersihkan dari kotoran, dicuci dengan air PDAM atau air sumur yang bersih selama 1 jam.
  2. Setelah bersih kedele di rebus dalam air selama 2 jam.
  3. Kemudian direndam 12 jam dalam air panas/hangat bekas air perebusan dengan maksud supaya kedele mengembang.
  4. Berikutnya di rendam dalam air dingin selama 12 jam.
  5. Setelah 24 jam seperti butir 3 dan butir 4 diatas, kedele di cuci/dikuliti (dikupas).
  6. Setelah di kupas , direbus untuk membunuh bakteri yang kemungkinan tumbuh selama perendaman.
  7. Kedele di ambil dari dandang, letakkan di atas tampah dan diratakan tipis-tipis. Biarkan dingin sampai permukaan keping kedele kering dan airnya menetes habis.
  8. Kemudian di campur dengan laru (ragi 2 %) guna mempercepat/meransang pertumbuhan jamur. Proses mencampur kedele dengan ragi memakan waktu sekitar 20 menit. Tahap peragian (fermentasi) adalah kunci keberhasilan atau tidaknya membuat tempe kedele.
  9. Bila campuran bahan fermentasi kedele sudah rata, kemudian dicetak pada loyang atau cetakan kayu dengan lapisan plastik atau daun yang akhirnya di pakai sebagai pembungkus. Sebelumnya, plastik di lobangi/ditusuk-tusuk. Maksudnya ialah untuk memberi udara supaya jamur yang tumbuh berwarna putih. Proses percetakan/pembungkus memakan waktu 3 jam.
  10. Campuran kedele yang telah dicetak dan diratakan permukaannya di hamparkan di atas rak dan kemudian ditutup selama 24 jam.
  11. Setelah 24 jam tutup di buka dan didinginkan/diangin-anginkan selama 24 jam. Setelah ini campuran kedele telah menjadi tempe siap jual.
  12. Untuk tahan lama, tempe yang misalnya akan menjadi produk ekspor dapat di bekukan dan dikirim ke luar negeri di dalam peti kemas pendingin. Proses membekukan tempu untuk ekspor sbb : mula-mula tempe di iris-iris setebal 2 - 3 cm dan di blanching direndam dalam air mendidih selama lima menit untuk mengaktifkan kapang dan enzim. Kemudian tempe di bungkus dengan plastik selofan dan di bekukan pada suhu 40 derajat Celcius sekitar 6 jam. Setelah beku disimpan pada suhu beku sekitar 20 derajat celcius selama 100 hari tanpa mengalami perubahan sifat penampak warna, bau dan rasa
Proses produksi Tahu
Tahap dalam proses produksi tahu adalah sbb :
  1. Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci serta direndam dalam air besar selama 6 jam.

  • Setelah di rendam di cuci kembali sekitar 1/2 jam

  • Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari bambu atau plastik.

  • Selanjutnya kedele giling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan sendirinya kedalam tong penampung.

  • Selesai digiling langsung direbus selama 15 - 20 menit mempergunakan wajar dengan ukuran yang besar-besar . Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling dan dimasak jangan lebih dari 5 - 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik.

  • Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan ke bak/tong untuk disaring menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan berkali-kali hingga bubur kedele habis.

  • Air sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan. Sebagai tambahan asam cuka dapat juga air kelapa atau cairan whey (air sari tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu (sulfat kapur)

  • Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm 2 dan sebagai alasnya di hamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1 menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong, misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm 2, sebelulm menjadi tahu siap di jual.


  • http://www.bi.go.id/sipuk/id/?id=4&no=50115&idrb=44301

    PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI

    PENGERTIAN DAN PROSES PRODUKSI
      1. Pengertian Proses Produksi
    Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa (Assauri, 1995).
    Proses juga diartikan sebagai cara, metode ataupun teknik bagaimana produksi itu dilaksanakan. Produksi adalah kegiatan untuk menciptakan danan menambah kegunaan (Utility) suatu barang dan jasa. Menurut Ahyari (2002) proses produksi adalah suatu cara, metode ataupun teknik menambah keguanaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor produksi yang ada.
    Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
      1. Jenis-Jenis Proses Produksi
    Jenis-jenis proses produksi ada berbagai macam bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi dilihat dari wujudnya terbagi menjadi proses kimiawi, proses perubahan bentuk, proses assembling, proses transportasi dan proses penciptaan jasa-jasa adminstrasi (Ahyari, 2002). Proses produksi dilihat dari arus atau flow bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi dua yaitu proses produksi terus-menerus (Continous processes) dan proses produksi terputus-putus (Intermettent processes).
    Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah (Ahyari, 2002).
    Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti: (1) volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan, (2) kualitas produk yang diisyaratkan, (3) peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses. Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap situasi produksi. Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut (Yamit, 2002):
      1. Proses produksi terus-menerus
    Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi barang atas dasar aliran produk dari satu operasi ke operasi berikutnya tanpa penumpukan disuatu titik dalam proses. Pada umumnya industri yang cocok dengan tipe ini adalah yang memiliki karakteristik yaitu output direncanakan dalam jumlah besar, variasi atau jenis produk yang dihasilkan rendah dan produk bersifat standar.
      1. Proses produksi terputus-putus
    Produk diproses dalam kumpulan produk bukan atas dasar aliran terus-menerus dalam proses produk ini. Perusahaan yang menggunakan tipe ini biasanya terdapat sekumpulan atau lebih komponen yang akan diproses atau menunggu untuk diproses, sehingga lebih banyak memerlukan persediaan barang dalam proses.
      1. Proses produksi campuran
    Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus-menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.

    Persediaan Bahan Baku

    1. Pengertian Fungsi dan Jenis-Jenis Persediaan.
    Pengendalian persedian merupakan fungsi manajerial yang sangat penting karena persediaan fisik banyak melibatkan investasi rupiah terbesar. Menurut Handoko (2000), bila perusahaan menamankan terlalu banyak dananya dalam persediaan, menyebabkan biaya penyimpanan yang berlebihan, dan mungkin mempunyai “Opportunity Cost” (dana dapat ditanamkan dalam investasi yang lebih menguntungkan”. Sebaliknya, bila perusahaan tidak mempunyai persediaan yang cukup dapat mengakibatkan biaya-biaya karena kekurangan bahan.
    Istilah persediaan (Inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumberdaya-sumberdaya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumberdaya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.
    Fungsi-fungsi persediaan antara lain (Handoko, 2002) :
            1. Fungsi Decoupling
    Fungsi persediaan ini operasi-operasi perusahaan secara internal dan ekstrenal sehingga perusahaan dapat memenuhi permintaan langanan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari langganan. Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan disebut Fluctuation Stock.
            1. Fungsi Economis Lot Sizing
    Persediaan berfungsi untuk mengurangi biaya-biaya per unit saat produksi dan membeli sumberdaya-sumberdaya. Persediaan ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan (potongan pembelian, biaya pengangkutan lebih murah dan sebagainya) karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko kerusakan).
            1. Fungsi Antisipasi
    Persediaan berfungsi sebagai pengaman bagi perusahaan yang sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang. Persediaan ini penting agar kelancaran proses produksi tidak terganggu.
    Persediaan ada berbagai jenis. Setiap jenisnya mempunyai karakteristik khusus dan cara pengelolaannya juga berbeda. Menurut jenisnya, persediaan dapat dibedakan atas (Handoko, 2002):
      1. Persediaan bahan mentah (raw materialis), yaitu persediaan barang-barang berwujud mentah. Persediaan ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari para Supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi selanjutnya.
      2. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased paris), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi produk.
      3. Persediaan barang dalam proses (work in process), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.
      4. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.
      5. Persedian barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam bentuk produk dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan.
    1. Peranan Persediaan
    Pada dasarnya persediaan mempermudah atau memperlancar jalannya operasi perusahaan yang harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang serta menyampaikan kepada pelanggan. Persediaan bagi perusahaan, antara lain berguna untuk:
      1. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang atau bahan-bahan yang dibutuhkan perusahaan.
      2. Menumpuk bahan-bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.
      3. Mempertahankan stabilitas atau kelancaran operasi perusahaan.
      4. Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
      5. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sebaik-baiknya.
      6. Membuat produksi tidak perlu sesuai dengan pengunaan atau penjualannya.
    Persediaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan karena berfungsi menggabungkan antara operasi yang berurutan dalam pembuatan suatu barang dan menyampaikannya kepada konsumen. Adanya persediaan, dapat memungkinan bagi perusahaan untuk melaksanakan operasi produksi, karena faktor waktu antara operasi itu dapat dihilangkan sama sekali atau dimininumkan (Assauri, 1999).
    1. Arti Penting Persediaan Produk Jadi
    Setiap perusahaan mempunyai kebijaksanaan yang berbeda-beda dalam menentukan tingkat persediaan produk jadi. Tujuan adanya persediaan produk jadi adalah untuk meredam fluktuasi permintaan. Persediaan dapat difungsikan untuk memenuhi kekurangan pasokan produk jadi di pasaran sebagai akibat permintaan yang disimpan perusahaan. Oleh karena itu tingkat persediaan produk jadi yang ditetapkan manajemen perusahaan memegang peran yang sangat penting dalam menjaga kestabilan pemasokan produk ke pelanggan (Kusuma, 1999).
    Fluktuasi permintaan dapat dipenuhi dengan persediaan barang yang diproduksi pada saat sepi, dan persediaan tersebut digunakan pada saat permintaan ramai. Biaya persediaan mencakup asuransi, beban bunga, kerusakan, serta pajak. Akumulai persediaan dan produksi yang tidak memenuhi permintaan, akan menyebabkan biaya sebagai akibat pembatalan pesanan dan ketidakpuasan pelanggan (Kusuma, 1999).

    Tingkat Produksi Optimal

    Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
    Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
                1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
                2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
                3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
    1. Penentuan Volume Produksi yang Optimal dengan Metode
    Economic Production Quantity (EPQ)
    Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut Yamit (2002), permasalahan itu dapat diselesaikan dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ). Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya.
    Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:
            1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
            2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
    Menurut Handoko (2002), biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung. Biaya ini timbul karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan. Biaya ini terdiri dari : (1) biaya mesin-mesin menganggur, (2) biaya persiapan tenaga kerja langsung, (3) biaya scheduling, (4) biaya ekspedisi dan sebagainya.
    Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
    1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
    2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
    3. Biaya keusangan
    4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
    5. Biaya asuransi persediaan
    6. Biaya pajak persediaan
    7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
    8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
    Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan (Siagian, 1997). Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.

    http://yprawira.wordpress.com/pengertian-dan-proses-produksi/

    Sabtu, 09 Oktober 2010

    Strategi Distribusi dalam pemasaran

    Teknik Strategi Distribusi Eceran

    Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibutuhkan strategi distribusi yang tepat untuk menyalurkan barang atau jasa dagangannya ke tangan konsumen. Berikut ini adalah metode distribusi yang dapat dipilih oleh suatu perusahaan bisnis untuk memaksimalkan laba.
    1. Strategi Distribusi Intensif
    Distribusi intensif adalah strategi distribusi yang menempatkan produk dagangannya pada banyak retailer atau pengecer serta distributor di berbagai tempat. Tehnik ini sangat cocok digunakan untuk produk atau barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki permintaan dan tingkat konsumsi yang tinggi. Contoh seperti sembako, rokok, sikat gigi, odol, sabun, deterjen, dan lain sebagainya.
    2. Strategi Distribusi Selektif
    Distribusi selektif adalah suatu metode distribusi yang menyalurkan produk barang atau jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer saja pada suatu daerah. Di antara distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik dan strategi masing-masing. Contoh saluran distribusi selektif adalah produk elektronik, produk kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku, dan lain sebagainya.
    3. Strategi Distribusi Eksklusif
    Distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu dua distributor atau pengecer saja pada suatu area daerah. barang atau jasa yang ditawarkan oleh jenis distribusi eksklusif adalah barang-barang dengan kualitas dan harga yang tinggi dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh distribusi ekslusif adalah seperti showroom mobil, factory outlet, restoran waralaba, produk mlm / multi level marketing / pasif income, mini market, supermarket, hipermarket, dan lain-lain.

    Jenis-jenis Ritel
    Berikut ini adalah pembagian industri ritel berdasarkan pengelompokan pada ciri-ciri tertentu disertai pengertian atau definsi :
    1. Discount Stores / Toko Diskon
    Discount store adalah toko pengecer yang menjual berbagai barang dengan harga yang murah dan memberikan pelayanan yang minimum. Contohnya adalah Makro dan Alfa

    2. Specialty Stores / Toko Produk Spesifik
    Specialty store adalah merupakan toko eceran yang menjual barang-barang jenis lini produk tertentu saja yang bersifat spesifik. Contoh specialty stores yaitu toko buku gramedia, toko musik disctarra, toko obat guardian, dan banyak lagi contoh lainnya.
    3. Department Stores
    Department store adalah suatu toko eceran yang berskala besar yang pengeloaannya dipisah dan dibagi menjadi bagian departemen-departemen yang menjual macam barang yang berbeda-beda. Contohnya seperti ramayana, robinson, rimo, dan sebagainya
    4. Convenience Stores
    Convenience store adalah toko pengecer yang menjual jenis item produk yang terbatas, bertempat di tempat yang nyaman dan jam buka panjang. Contoh minimarket alfa dan indomaret.
    5. Catalog Stores
    Catalog store adalah suatu jenis toko yang banyak memberikan informasi produk melalui media katalog yang dibagikan kepada para konsumen potensial. Toko katalog biasanya memiliki jumlah persediaan barang yang banyak.
    6. Chain Stores
    Chain store adalah toko pengecer yang memiliki lebih dari satu gerai dan dimiliki oleh perusahaan yang sama.
    7. Supermarket
    Super market adalah toko eceran yang menjual berbagai macam produk makanan dan juga sejumlah kecil produk non makanan dengan sistem konsumen melayani dirinya sendiri / Swalayan. Contoh yaitu Hero.
    8. Hypermarkets / Hipermarket
    Hipermarket adalah toko eceran yang menjual jenis barang dalam jumlah yang sangat besar atau lebih dari 50.000 item dan melingkupi banyak jenis produk. Hipermarket adalah gabungan antara retailer toko diskon dengan hypermarket. Contohnya antara lain hipermarket giant, hipermarket hypermart dan hipermarket carrefour.

    http://elqorni.wordpress.com/2009/02/26/strategi-distribusi-dalam-pemasaran/