Tampilkan postingan dengan label 5. Place. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Place. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Oktober 2010

Menentukan Lokasi Usaha

Jika kita hendak mengembangkan jaringan bisnis, salah satu faktor yang paling vital adalah faktor lokasi bisnis dimana kita akan membuka kantor kita. Ketepatan sebuah lokasi sangat menentukan sukses tidaknya usaha kita. Jangan pernah kompromi dengan lokasi yang kurang bagus.
Kalau anda bingung memilih lokasi, ada baiknya anda bertanya kepada orang lain, jangan cuma 1 orang, tetapi tanyakanlah kepada beberapa orang mengenai lokasi yang cocok untuk produk anda, biasanya dari hasil tanya jawab dengan orang lain, terutama yang lebih berpengalaman, gambaran ideal di benak kita akan semakin terbuka.
Pastikan juga orang yang anda tanyakan merupakan orang yang tepat, dalam arti tidak subjektif ataupun memiliki kepentingan langsung dengan lokasi yang ditanyakan. Ada baiknya sebelum bertanya lebih jauh, pastikan anda clear dengan tujuan anda dalam  mengembangkan bisnis, apakah untuk memperluas jaringan, melayani kebutuhan konsumen di daerah tersebut, untuk meng-capture market yang masih besar, untuk menjadi ujung tombak produk/usaha tertentu atau hal lainnya yang sesuai dengan tujuan bisnis anda.
Tanpa mengetahui tujuan yang jelas, anda akan menanyakan pertanyaan yang salah, kepada orang yang salah serta mendapatkan jawaban yang salah. Akibatnya kompetitor anda yang mungkin juga mengincar lokasi yang sama akan terlebih dahulu mengambil keputusan untuk membuka usaha/kantornya di sana. 
Berikut adalah beberapa pertimbangan dalam memilih lokasi untuk usaha:

1. Tingkat Kepadatan penduduk & Tingkat pendapatan masyarakat calon konsumen.
Tingkat kepadatan penduduk berkaitan dengan jumlah penduduk disuatu area, apakah banyak atau tidak. Kalau misalnya disuatu darah perumahan, apakah misalnya penghuninya 1.000 kepala Keluarga atau 4.000 kepala keluarga, tentu berbeda kepadatannya, atau misalnya area disekitar kampus, ada berapa kampus disekitar area tersebut.
Ketahui dengan pasti tingkat pendapatan/ penghasilan penduduk disekitar area terseut. Karena hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat sekitar terhadap produk kita. Kalau daya belinya tinggi, kita bisa menjual produk yang agak berkualitas walau sedikit agak mahal, tetapi kalau daya belinya rendah, kita bisa menjual produk yang kualitasnya standar tetapi murah meriah, kalau warung kelontong bisa jual barang secara ketengan. Misalnya jual rokok per batang, bukan per bungkus.
Dengan mengetahui segment yang tepat, anda akan lebih mudah merencanakan produk apa yang tepat untuk anda fokuskan pada daerah tersebut.
2. Banyaknya usaha di tempat tersebut & Tingkat persaingan.
Untuk lokasi perdagangan, pasti banyak usaha di tempat tersebut. Biasanya kalau semakin banyak yang membuka usaha di area tersebut, semakin ramai. Karena terjadi sentralistik macam-macam usaha dalam satu lokasi, dan ini tentu menarik pelanggan yang jauh untuk datang berbelanja. contohnya mal atau plaza, atau sekitar pasar.
Jangan pernah gentar melihat banyaknya kompetitor yang ada di daerah tersebut. Pada prinsipnya “Ada gula, ada semut” dan dimana masih banyak semut berarti masih banyak terdapat gula. Banyaknya kompetitor merpakan indikasi jelas bahwa daerah/lokasi tersebut merupakan top-of-mind bagi para konsumen untk datang dan berbisnis dengan anda.  
Tetapi jika usaha sejenis dengan anda sudah cukup banyak, serta anda masih belum memiliki kemampuan bersaing yang baik, maka anda bisa memepertimbangkan untuk lokasi dengan potensi yang lebih baik. Tetap ingat akan tujuan dan strategi bisnis anda, apakah untuk mengganjal kompetitor, memenuhi kebutuhan nasabah anda atau untuk penetrasi pasar.
3. Posisi tempat usaha & Traffic.
Perlu di lihat tempat tersebut. Biasanya kalau di mal lebih ramai pengunjung, tetapi harga sewa juga lebih mahal. Tetapi hati-hati dalam memilih mal, ada mal yang tidak ramai, sehingga bisa-bisa usaha kita malah tidak berkembang, mengingat saat ini semakin banyak mal yang bermunculan. Selain di mal, tempat di sekitar jalan raya juga bagus, dekat perempatan, pokoknya tempat yang mudah terlihat dan ramai dilalui orang.
Perhatikan juga flow kendaraan yang melalui tempat usaha tersebut, posisi Entrance dan Exit, posisi Lobby juga kemudahan bagi konsumen untuk mengakses lokasi anda.
Perhatikan traffiknya, apakah banyak orang lalu lalang atau tidak. Kalau tidak ramai pejalan kaki, apakah banyak kendaraan bermotor atau mobil yang lewat. Untuk usaha bengkel, tempat seperti ini masih layak di pakai. Perhatikan kendaraan yang melewati jalan di depan tempat usaha anda, kemana dan darimana kah arus lalu lintas tersebut berasal dan menuju, hal ini bisa menjadi pertimbangan mengenai layanan yang bisa anda berikan bagi pelanggan dan calon konsumen.
4. Keamanan dan akses parkir.
Faktor keamanan ini cukup penting. Karena kalau suatu tempat tidak begitu ramai tetapi rawan dari segi keamanan, bisa jadi meningkatkan pengeluaran sektor keuangan, karena ada biaya-biaya untuk pengamanan, belum lagi resikonya terhadap stok barang kita dan tempat suaha kita. Usahakan ada tempat parkir yang lega dan aman untuk kendaraan, apalagi jika usaha yang mau dibuka berupa rumah makan, karena kalau konsumen kesulitan mencari tempat parkir, atau parkir jauh dari lokasi usaha kita, tentu pelanggan tidak akan merasa aman dan ogah untuk kembali.
5. Pemilik/Penyewa sebelumnya
Pelajari dengan pasti siapa dan jenis usaha apa yang sebelumnya menempati tempat tersebut. Alasan mengapa mereka tidak melanjutkan sewa atau memindahkan bisnis mereka dari tempat tersebut. Apabila pemilik/penyewa tempat tersebut memiliki jenis usaha yang sama dengan anda, mungkin anda bisa memeprtimbangkan kembali untuk memilih tempat tersebut sebagai tempat usah anda. Namun jika anda yakin bahwa usaha anda bisa lebih baik dari pemilik/penyewa sebelumnya, maka anda bisa dengan percaya diri menempati lokasi tersebut. Ingat selalu tujuan awal anda membuka usaha di lokasi tersebut. 
Dalam membuka usaha, perlu kehati-hatian, jangan terburu nafsu, dan melangkahlah dengan percaya diri. Jangan mudah percaya pada marketing property yang menjelaskan pada anda tentang prospek lokasi tersebut. Selalu look for second opinions, kalau bisa bahkan dari orang-orang yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan lokasi tersebut, mis: Tukang Parkir, Penjaga Warung sekitar, Tetangga sekitar atau kenalan anda yang juga memilik usaha di sekitar lokasi.
Tentukan dan Ingat selalu akan tujuan anda dalam membuka tempat usaha, jangan mudah tergiur melihat opportunity yang bisa jadi berbeda dengan tujuan awal anda.
Lokasi yang tepat tidak menjamin keberhasilan usaha anda, masih ada banyak hal yang menetukan. Lokasi yang tepat akan membawa anda selangkah lebih dekat dengan Tujuan Usaha Anda.

Selamat memilih Lokasi!!

http://productiveproactive.wordpress.com/2010/07/01/menentukan-lokasi-usaha/

Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat

Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat. Salah satu keputusan yang sangat penting sebelum memulai usaha bisnis waralaba adalah memilih lokasi yang tepat dan strategis sebagai tempat usaha. Karena lokasi ikut berperan menentukan tingkat kesuksesan usaha Anda.


Jika tidak atau belum memiliki bayangan seberapa strategis lokasi yang ingin Anda pilih, sebaiknya meminta kepada franchisor untuk memberi gambaran tentang lokasi tempat usaha itu. Atau, mintalah nasehat kepada franchisor dimana sebaiknya lokasi yang tepat untuk usaha Anda.

Biasanya, franchisor melakukan studi (riset) pasar sebelum memberikan persetujuan kepada franchisee. Riset ini salah satunya mengenai trade area franchise untuk mengetahui secara demografis potensi usaha dan informasi yang berhubungan dengan lokasi/tempat belanja masyarakat. Tidak ada salahnya jika Anda meminta lebih rinci gambaran dan potensi lokasi yang direncanakan.
Berikut beberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi.
1. Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk menjadi salah satu indikator besarnya potensi pasar usaha yang ingin Anda geluti, meskipun hal ini belum menjadi ukuran final. Apakah bisa dijadikan sebagai tempat belanja masyarakat.
2. Penghasilan
Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat sebagai tempat/pusat perbelanjaan. Karena itu, perlu Anda cermati bagaimana penghasilan penduduk di area trade Anda. Apakah lingkungan dekat menyukai jika mereka ditawarkan produk dari usaha franchise atau pusat perbelanjaan yang Anda miliki?
3. Jumlah usaha
Adakalanya, lokasi yang dipilih merupakan pusat shopping (pusat shopping) atau sentra perdagangan. Nah, apakah banyaknya usaha berpengaruh kepada lokasi? Apakah tipe bisnis di area itu menggunakan produk atau service yang ditawarkan franchise?
4. Tempat
Ada beberapa tipe tempat yang bisa dipilih untuk usaha Anda seperti mal (shopping mall), sentra usaha, perumahan, pinggir jalan dan sebagainya. Anda perlu menanyakan, apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?
5. Jumlah Traffic
Berapa banyak kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu per harinya? Apakah orang yang lalu lalang akan dapat melihat tanda bisnis (plang) Anda? Apakah lokasinya mudah diakses?
6. Pusat keramaian
Jika lokasi berada di bagian mal misalnya Mall Depok Town Square, kebanyakan pusat lalu lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang, di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang di penuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewanya juga lebih murah. Bisa juga lokasinya di rumah sakit, kampus atau di pusat-pusat orang datang.
7. Akses karyawan
Bisa saja lokasi yang jarak tempuhnya sangat jauh menjadi kontra produktif buat karyawan Anda. Karena itu, lokasi sebaiknya terbilang cukup dekat terutama bagi karyawan utama Anda. Misalnya Mall Depok Town Square.
8. Zona
Jika lokasi yang Anda pilih bukan daerah perdagangan semacam shopping mall atau tidak cocok dengan usaha Anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Maka, perlu juga Anda menanyakan, apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis Anda.
9. Kompetisi
Pertimbangkan juga tingkat kompetisi usaha yang ingin Anda jalankan. Jika di lokasi tersebut sudah jenuh dengan usaha yang menawarkan produk sejenis, bisa jadi lokasi itu menjadi tidak strategis buat Anda.
10. Appearance
Anda pasti ingin usaha Anda terlihat berwibawa dan lingkungan di sekeliling lokasi tidak mengganggu usaha franchise Anda. Tanyakan kepada franchisor, apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya juga cukup baik?
Selanjutnya, mintalah franchisor membantu Anda bernegosiasi untuk mendapatkan lokasi yang strategis dan harga sewa yang lebih murah. Karena bisa saja dalam kasus tertentu, usaha tersebut dibutuhkan, misalnya oleh real estat untuk menjaring pasar.
Berikut kriteria demografik dalam memilih lokasi paling top.
Top four
1. Usia penduduk yang menjadi target pasar Anda.
2. Jumlah keluarga
3. Income setiap keluarga
4. Jumlah penduduk
Kriteria tambahan
1. Kompetisi di area atau lokasi
2. Prosentase penduduk yang menjadi target Anda.
3. Jumlah pria dan wanitanya
4. Prosentase populasi berdasarkan income yang masuk kategori konsumen potensial
5. Jumlah rumah tangga dengan income yang lebih besar
6. Rata-rata income keluarga
7. Income kelurga yang medium
8. Prosentase penduduk yang berpendidikan sarjana
9. Prosentase penduduk yang bekerja kantoran
10. Kepadatan penduduk
Itulah “Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat” semoga tips bisnis ini bermanfaat. ;)

http://radenbeletz.com/cara-memilih-lokasi-usaha-yang-tepat.html

Metode-Metode Penentuan Lokasi Usaha

Lokasi usaha dapat ditentukan secara sembarang atau tidak sembarang. Tentu adalah jelas keberhasilan usaha dari karena lokasi yang ditentukan secara sembarang merupakan sebatas keberuntungan. Bersama keberuntungan usaha, ringkasan ini memberikan pengetahuan bagaimana cara menetukan lokasi usaha? Karena adalah nyata banyak usaha mengalami gulung tikar dari semata-mata lokasi yang sembarang. Metode factor rating. Metode ini memberikan suatu andasan penentuan lokasi dengan cara membubuhkan bobot terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan. Selain faktor-faktor kuantitatif seperti kapasitas, biaya, dan jarak dapat juga dinalisis faktor-faktor kualitatif seperti sikap masyarakat. Faktor kualitatif dikuantitatifkan untuk memudahan penilaian. Akan tetapi bias nilai sering terjadi dari masuknya subyektifitas. Keobyektifan mendasari pentingnya penilaian dilakukan oleh lebih dari satu orang dan hasilnya di rata-ratakan. Metode nilai ideal. Hampir sama dengan factor rating yang dibedakan hanya bobot menunjukan nilai ideal untuk setiap faktor. Sehingga, nilai maksimum setiap faktor tidak lain sama dengan nilai idealnya. Metode ekonomi. Metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara bersama-sama untuk memperoleh penilaian yang lengkap. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan cara membandingkan biaya total masing-masing alternatif lokasi. Sedangkan pendekatan kualitatif untuk membandingkan faktor-faktor ain yang tidak dapat diukur dengan rupiah seperti tersedinya tenaga kerja, dan aktifitas serikat buruh. Metode volume biaya. Metode penentuan lokasi usaha yang menekankan pada faktor biaya. Total biaya produksi diperbandingkan antar alternatif yang ada dimana lokasi berbiaya rendah dipilih. Analisis dalam prakteknya dapat dilakukan baik secara numerikal maupun secara grafis. Metode pusat gravity. Metode ini digunakan untuk memilih sebuah lokasi usaha yang mampu meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Mulanya di buat suatu peta berskala dari tempat-tempat yang akan di tuju dengan memilih titik sembarang sebagai pusat koordinat. Jarak antar tempat berasumsi garis lurus, dan biaya distribusi per unit produk per kilometer adalah sama. Metode transportasi. Pada prinsipnya metode ini mencari nilai optimal yang dapat diperoleh dengan mempertimbangkan pemenuhan demand dan supply pada biaya transportasi yang terendah.

http://id.shvoong.com/business-management/management/1688035-metode-metode-penentuan-lokasi-usaha/

Memilih Tempat Usaha yang Strategis

Bagi Anda yang ingin membangun wirausaha ada baiknya membaca tips berikut :
* Lokasi: lokasi untuk tempat usaha sangat menentukan tingkat keberhasilan usaha anda.
* Kepadatan Penduduk : Berapa total jumlah penduduk dan apakah masih memiliki ruang untuk tumbuh. Berapa lama populasi / penduduk di area tempat usaha?
* Penghasilan:Jika kepadatan penduduk tidak linear dengan daya beli masyarakatnya, maka berarti lokasi itu tidak tepat. Berapa income pendudukan yang ditargetkan dari tempat usaha anda.
* Jumlah Usaha: Adakalanya lokasi tempat usaha yang dipilih merupakan pusat atau sentra perdagangan. Apakah banyaknya usaha berpengaruh pada lokasi?
* Tempat: Apakah kebanyakan franchisee yang sukses berada di lokasi franchise seperti di dalam mal, di bagian yang paling ramai, di bagian terpisah dari mal, stand atau bangunan tersendiri atau di sentra industri?
* Jumlah Traffic: Berapa kendaraan yang lalu lalang di lokasi itu setiap harinya?Apakah lokasi mudah diakses?
* Pusat Kedatangan :Jika lokasi berada di bagian mal, kebanyakan pusat lal lalang yang terbaik adalah di outlet-outlet makanan. Kadang-kadang di seberang jalan mal juga menjadi tempat yang dipenuhi orang lalu lalang dan biasanya harga sewa lebih murah.
* Zona : Jika lokasi tempat usaha yang dipih bukan daerah perdagangan atau tidak cocok dengan usaha anda, sebaiknya tidak dipaksakan. Apakah zona lokasi cukup pantas untuk bisnis anda?
* Kompetisi: Perlu juga anda kenal kompetisi apa yang terdekat dengan usaha anda
* Appearance: Apakah area lokasi cukup bersih dan terkendali? Apakah lingkungannya cukup baik?

http://www.kiwod.com/cerita-online/memilih-tempat-usaha-yang-strategis/#

Tips Menentukan Tempat untuk Usaha Kecil (kios) atau Kaki Lima

Tips Menentukan Tempat untuk Usaha Kecil (Kios) atau Kaki Lima
Jangan menganggap tempat tidak menentukan kemajuan suatu usaha, tidak hanya promosi yang penting, posisi tempat usaha yang baik bisa menjaring pengunjung spontan yang dapat dengan mudah melihat keberadaan usaha kita. Kita harus bisa bersikap atau merasakan apa yang dirasakan oleh calon pengunjung, bidang pandangnya, moodnya atau konsentrasinya. Kios-kios kecil atau kaki lima (lapak) jangan dipandang sebelah mata. Pernahkah kita berfikir dari segmen inilah banyak orang yang menjadi kaya, tentu saja dengan tempat strategis dan pengembangan usaha. Contohnya waralaba yang kian menjamur di indonesia, es teh, gorengan krispi, atau roti-roti mini. Berikut ini tips memilih tempat yang baik untuk usaha berupa kios ataupun kaki lima:
Pertama, usahakan kita membuka usaha di sisi kiri jalan dari target pasar kita. Tips ini sangat berguna pada jalan-jalan yang hanya memiliki satu arah. Misalkan target pasar bubaran pabrik yang cenderung satu arah. Alasan pemilihan tempat ini yaitu pengguna jalan akan lebih mudah melihat usaha kita dengan tidak sengaja (scanning refleks). Pengguna jalan dalam kecepatan tinggi memiliki bidang pandang lebih besar ke sisi kiri jalan daripada kanan jalan (budaya indonesia melintas di lajur kiri).
Kedua, hindari membuka tempat usaha di kawasan macet. Pertimbangan alasan ini yaitu pada mood calon pengunjung yang dapat berubah sewaktu-waktu bila menghadapi sulit menepi atau menyalip. Pada kawasan ini pengguna jalan cenderung berkonsentrasi untuk keluar dari kemacetan sehingga akan mengabaikan keadaan sekelilingnya, terlebih bila usaha kita bukan tujuan mereka dan akan kecil kemungkinan mengunjungi dengan spontan.
Ketiga, hindari membuka usaha di pertengahan jarak. Maksudnya bila kita naik angkutan umum kita cenderung tidak berhenti pada jarak setengah dari ongkos kita, toh bayarnyapun akan sama saja. Calon pengunjung akan lebih memilih turun di jarak maksimal pada ongkos yang sama, dan ternyata pada jarak maksimal itu telah berkumpul beragam usaha, contohnya terminal, disekitarnya ada pasar, swalayan atau komplek pertokoan.
Keempat, hindari membuka usaha di jalur cepat. Maksud jalur cepat ini bukan berarti tol tapi kebiasaan pengguna jalan mempercepat kendaraannya seperti jalan yang luas, rata tidak ada lubang dan polisi tidur, atau jalanan yang menurun. Pada kawasan ini pengguna jalan akan berkonsentrasi pada jalan karena harus mengendalikan kendaraan dan kecepatannya. kalaupun pengguna jalan melihat usaha kita, toh sudah terlewat saat mereka menyadarinya. Berani dipastikan hanya 5% yang akan mampir ke tempat usaha kita.
Kelima, cari tempat usaha yang menjorok keluar. Tentu saja menjorok ke luar ini dengan batas aman, jangan sampai malah membahayakan atau menggangu kenyamanan umun. Tempat yang menjorok keluar 1-1,5 meter cukup membantu mendapatkan bidang pandang pengguna jalan dengan kata lain mudah terlihat.
Keenam, apabila alternatif terakhir (terpaksa) mendapat tempat yang menjorok ke dalam (misalkan di depan minimarket/swalayan yang memiliki tempat parkir), buka usaha kita di dekat pintu masuk atau di pojok sebelah kiri dari mini market tersebut. Membuka usaha di tempat ini memang mengandalkan ramai tidaknya minimarket. Membuka usaha di pojok kiri minimarket dimaksudkan untuk menjaring calon pembeli yang tidak bertujuan ke minimarket. Tempat ini akan mudah terlihat dari jalan karena sudut pandang pengguna jalan akan menangkap tempat usaha kita. Berbeda dengan sebelah kanan minimarket, pengguna jalan harus menoleh terlebih dahulu untuk melihat ke arah itu sehingga dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain. Tempat usaha sebelah kanan minimarket sangat kecil menjaring pengunjung spontan yang berasal dari jalan yang datang dari arah kiri.
Ketujuh, dianjurkan tempat usaha memiliki ruang kosong didepannya yang dapat berfungsi sebagai tempat parkir. Ruang kosong itu bisa berupa halaman dari tempat usaha itu sendiri atau sisi jalan, tentu saja yang tidak menggangu lalulintas jalan.
Kedelapan, hindari tempat usaha yang berhimpitan dengan badan jalan, terlebih jalannya kecil senantiasa padat lalulintasnya. Secara psikologis calon pengunjung enggan mampir karena takut mengganggu lalulintas atau merasa kendaraan yang diparkirnya kurang aman.
Kesembilan, hindari tempat usaha yang dipisahkan agak jauh dari jalan oleh selokan atau trotoar. Tips kesembilan ini akan sangat terasa apabila tempat usaha itu bukan komplek pertokoan dan kios. Calon pengunjung akan merasa kurang aman kendaraannya karena parkirnya jauh dari tempat usaha kita. Alasan kedua karena calon pengunjung ingin hemat energi (akses cepat) tanpa harus melewati selokan bau atau trotoar yang tinggi dulu untuk mencapai ke tempat usaha kita.
Kesepuluh, dianjurkan memilih tempat usaha yang datar dengan jalan (tidak lebih tinggi dari jalan). Tempat yang lebih tinggi secara psikologis merupakan hambatan dan membutuhkan energi yang lebih banyak untuk mencapainya, terlebih pengunjung secara tidak langsung merasa rendah dan tidak dihargai karena mereka datang dari tempat lebih rendah.
Kesebelas, dianjurkan memilih tempat usaha yang teduh. Tempat ini bisa di bawah pohon atau dibuatkan peneduh. Pengunjung akan nyaman, betah dan berlama-lama di tempat usaha kita, bahkan bisa jadi tempat yang teduh ini merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan ingin kembali lagi.

http://rachmatullah83.wordpress.com/2009/06/10/tips-menentukan-tempat-untuk-usaha-kecil-kios-atau-kaki-lima/