Label

Tampilkan postingan dengan label 2. Profil Wirausahawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2. Profil Wirausahawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Oktober 2010

Rachman Halim

Rachman Halim (1947-2008)

Generasi Kedua Gudang Garam


Rachman Halim yang juga bernama Tjoa To Hing, adalah pemimpin generasi kedua perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Gudang Garam. Pria kelahiran Kediri, 30 Juli 1947, itu meninggal dunia di Singapura, 27 Juli 2008 pukul 05.00 waktu Singapura atau 04.00 WIB. Ia adalah putra pertama Surya Wonowidjojo, pendiri Gudang Garam, yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, yang mempekerjakan sekitar 46.000 karyawan.

Terakhir ia menjabat Presiden Komisaris PT Gudang Garam Tbk. Menurut majalah Forbes, ia dan keluarga adalah orang terkaya 8 di Indonesia dengan kekayaan 1,6 miliar dollar AS, tahun 2007. Peringkat ke-4 di Asia Tenggara pada tahun 2004, dan terkaya ke-214 di dunia pada 2005.

Halim berhasil membawa GG menjadi perusahaan besar. Dia melakukan revolusi, menjadikan Gudang Garam sebagai perusahaan terbuka dan terus membesar hingga selalu menjadi terbesar.

Rahman meninggal tepat sebulan setelah perayaan ulang tahun ke-50 PT Gudang Garam, 26 Juni 2008. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak. Halim meninggal akibat penyakit jantung koroner yang dideritanya, setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura.

Jenazahnya diterbangkan dari Singapura dengan pesawat carter dan tiba di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 16.30. Selanjutnya, dibawa dengan helikopter milik Gudang Garam dan mendarat di helipad kompleks pabrik GG unit III sekitar pukul 17.30. Sebelumnya, satu helikopter mendarat lebih dulu yang mengangkut beberapa koper dan kerabat Halim.

Jenazahnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Demak Nomor 1, Kelurahan Ngadirejo, Kediri, Jawa Timur. Sebelum disemayamkan di rumah duka, jenazah dibawa mengitari Gedung Sasana Krida Surya Kencana di Kediri, salah satu gedung baru milik PT Gudang Garam yang belum sempat diresmikan.

Ribuan warga sekitar dan buruh PT Gudang Garam memadati sepanjang jalan menuju rumah duka yang dilalui iring-iringan mobil jenazah. Dia memang dikenal sebagai seorang dermawan. Di sepanjang jalan yang dilalui iringan mobil jenazah, keluarga almarhum juga menebar uang receh yang kemudian dipungut warga yang menyambutnya di sepanjang jalan.

Juru bicara keluarga, yang juga Kepala Humas PT Gudang Garam, Vidya R Boediyanti, kepada pers menjelaskan, Rahman meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Ia meninggalkan satu orang istri, Feni Olivia alias Oiy Fen Lang, putri seorang pemilik restoran di Bima, NTB, dan dua orang anak.

Rahman mengawali kariernya di PT Gudang Garam sebagai pengawas bangunan pabrik. Setelah itu, pada tahun 1969, ia menjabat sebagai salah satu Direktur PT Gudang Garam. Tahun 1984, ia menjabat presiden komisaris.

Berita meninggalnya bos GG itu mengejutkan sejumlah pejabat di Kota Kediri. Wali Kota Achmad Maschut mengaku terkejut dan menyatakan sangat berduka atas wafatnya Rachman. menurut Maschut, Halim seorang pengusaha yang ramah, tenang dan baik. Maschut terkejut, karena saat resepsi HUT Ke-50 GG Juni lalu, ia masih bercanda saat bersalaman dengan Halim.

Sebelumnya, Halim juga sempat datang ke rumah dinas bupati dan mengajukan izin pembangunan dua gedung baru. Yakni, gedung di dekat unit I yang diproyeksikan untuk kantor pusat dan gedung Sasana Kridha Surya Kencana.

Ketua Umum Gappri (Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia) Ismanu Semiran, pun mengaku sangat terkejut dan merasa kehilangan dengan meninggalnya Halim. "Seluruh elemen industri rokok mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kepergian beliau membuat kami sedih," ujar Ismanu.

Orang Terkaya "Forbes"
Dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2007 versi majalah Forbes Asia, Rachman Halim & keluarga (1,6 miliar dollar AS) menduduki peringkat 8 terkaya di Indonesia.

Bahkan pada tahun 2003, Majalah Forbes dalam The 2003 Forbes World’s Billionaires List yang dirilis hari Jumat (28/2) menempatkan Rachman Halim dan keluarga, pemilik pabrik rokok Gudang Garam, pada urutan 303 terkaya di dunia. Dengan kekayaan 1,4 milyar dollar AS (sekitar Rp 12,6 trilyun) Halim ada bersama 24 orang dengan nilai kekayaan yang sama.

Rachman Halim merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk daftar. Orang Asia lainnya yang ada satu peringkat dengan Halim adalah Stanley Ho (Hongkong) yang bergerak di judi, Keluarga Koo Chen-hu (Korsel) di perbankan, dan Yamauchi Hiroshi (Jepang) di Nintendo.

Sempat Bagi Rumah
Rachman Halim yang dikenal peduli terhadap karyawannya, sekitar satu bulan sebelum meninggal (saat perayaan ulang tahun Gudang Garam Ke-50 pada 25 Juni 2008), sempat memberikan hadiah rumah kepada karyawan yang mengabdi lama di Gudang Garam. Pemberian rumah itu sebagai bentuk terima kasihnya kepada karyawan yang ikut membesarkan GG. Sehingga pabrik rokok yang didirikan pada tahun 1958 oleh ayah kandungnya, Surya Wonowidjojo alias Tjoa Jien Hwie, sukses berkembang.

Acara itu dihadiri oleh mantan Presiden Megawati dan beberapa menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu serta Gubernur Jatim Imam Utomo.

Profil GG
PT. Gudang Garam Tbk. merupakan salah satu produsen rokok kretek terkemuka yang menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia, memproduksi lebih dari 70 miliar batang rokok pada tahun 2001 dan dikenal sebagai produsen rokok kretek yang bermutu tinggi.

Dilihat dari asset yang dimiliki, nilai penjualan, pembayaran pita cukai dan pajak kepada Pemerintah Indonesia serta jumlah karyawan, PT Gudang Garam Tbk merupakan perusahaan terbesar dalam industri rokok kretek di Indonesia. PT Gudang Garam Tbk telah mencatatkan sebagian saham-sahamnya di lantai bursa.

Sejarah
Perjuangan PT Gudang Garam Tbk hingga mencapai sukses seperti sekarang ini dimulai sejak tahun 1958.

Pada tanggal 26 Juni 1958, Bapak Surya Wonowidjojo memulai usaha membuat rokok kretek dengan merek dagang "Gudang Garam" dengan bercirikan industri rumah tangga yang hanya menggunakan alat tradisional sederhana. Pada saat itu jumlah tenaga kerjanya hanya sekitar 50 orang dan menempati lahan sewaan seluas 1000 m2 yang berlokasi di jalan Semampir II/1 Kediri. Gudang Garam memulai produksi perdananya, berupa Sigaret kretek Klobot (SKL) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan hasil produksi hanya sekitar 50 juta batang pada tahun 1958. Pada mulanya pemasaran hasil produksi hanya meliputi sekitar daerah Kediri (Karesidenan Kediri).

Setelah menjalankan usaha selama 10 tahun Gudang Garam menjadi semakin terkenal sehingga pendirinya mempertimbangkan untuk memperluas usaha. Pada tahun 1969, perusahaan beralih status menjadi sebuah Firma guna mengikuti perkembangan dunia usaha. Gudang Garam juga mendapat dukungan dari BNI 1946 untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang berawal dari hanya jumlah jutaan rupiah hingga menjadi milyaran rupiah.

Kemudian pada tahun 1971, status perusahaan berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan mendapatkan fasilitas PMDN. Dengan status Perseroan Terbatas, PT. Perusahaan Rokok Tjap Gudang Garam semakin berkembang, baik dari segi kualitas produksi, menejemen maupun teknologi, sehingga pada tahun 1979 mulai memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM). Produksi sigaret kretek mesin ini tidak merubah sifat PT. Gudang Garam sebagai perusahaan yang menganut sistem padat karya, bahkan semakin memperluas kesempatan kerja.

Pada tahun 1985, Bapak Surya Wonowidjojo wafat dengan meninggalkan kenangan indah kepada seluruh karyawan. Saat itu justru persaingan di industri rokok semakin ketat, dengan kondisi demikian, perusahaan harus berjuang demi kelestarian perusahaan dan kesejahteraan karyawan yang merupakan cita-cita beliau.

Untuk memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan, maka pada tahun 1990 PT. Gudang Garam melakukan penawaran umum untuk menjual sebagian saham perusahaan kepada masyarakat melalui bursa effek.

Pada tahun 1991, perusahaan mengembangkan usaha di bidang kertas industri melalui PT Surya Pamenang, berkedudukan di Kediri. Prosentase pemilikan saham PT Gudang Garam Tbk. pada PT Surya Pamenang saat ini adalah 100% kurang 1 (satu) saham. Salah satu tujuan pengembangan bidang usaha ini adalah untuk menjamin kesinambungan akan pasok bahan pengepakan bermutu tinggi, yang sebelumnya kebutuhan bahan pengepakan berkualitas tertentu masih harus diimpor. PT Surya Pamenang akan ikut serta memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia dan di luar negeri di samping juga untuk memenuhi kebutuhan kertas kemasan PT Gudang Garam Tbk. sendiri.

Produksi PT Surya Pamenang saat ini adalah:
- Coated Folding Boxboard
- Coated Solid Bleached Board
- Coated Duplex Board

Untuk melihat lebih detail tentang PT Surya Pamenang, silahkan klik www.spamenang.com

Filosofi
Kiat-kiat manajemen yang menjadikan PT. Gudang Garam, Tbk. menjadi seperti sekarang ini, bercermin pada pandangan hidup Almarhum Surya Wonowidjojo yang juga menjadi falsafah perusahaan, yaitu Catur Dharma Perusahaan.

Yaitu :
- Kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan
- Kerja keras, ulet, jujur, sehat dan beriman adalah prasyarat kesuksesan.
- Kesuksesan tidak dapat terlepas dari peranan dan kerjasama dengan orang lain.
- Karyawan adalah mitra usaha yang utama.

Direksi
Djajusman Surjowijono
Presiden Direktur, sejak Juni 2000
Susilo Wonowidjojo
Wakil Presiden Direktur, sejak tahun 1990.

Direktur
Heru Budiman, sejak Juni 2000
Edijanto, sejak Juni 2005
Herry Susianto, sejak Juni 2007
Fajar Sumeru, sejak Juni 2007
Buntoro Turutan, sejak Juni 2007
Buana Susilo, sejak Juni 2008

Komisaris
Rachman Halim
Presiden Komisaris sejak 2000

Juni Setiawati Wonowidjojo
Yudiono Muktiwidjojo
Frank Willem van Gelder
Hadi Soetirto

Karyawan
Salah satu keunikan yang dimiliki PT Gudang Garam Tbk dalam hal sumber daya manusia adalah kemampuan untuk menerapkan prinsip padat karya sekaligus prinsip padat modal secara bersama-sama. Di satu sisi untuk memproduksi rokok yang berkwalitas tinggi, PT Gudang Garam Tbk dituntut untuk menggunakan mesin-mesin dan peralatan canggih yang membutuhkan banyak modal untuk pengadaannya. Namun di sisi lain perusahaan juga memiliki komitmen besar terhadap pemberdayaan sumber daya manusia. Hal ini terbukti dengan jumlah karyawan PT Gudang Garam Tbk yang mencapai lebih dari 41.000 karyawan yang tersebar di berbagai sektor pekerjaan.

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/r/rachman-halim/index.php

Martha Tilaar

Martha Tilaar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Martha Tilaar
Martha Tilaar

Lahir 4 September 1937 (umur 72)
Flag of Indonesia.svg Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
Suami/Istri H.A.R Tilaar
Anak Bryan Emil Tilaar
Pinkan Tilaar
Wulan Tilaar
Kilala Tilaar
Agama Islam
Martha Tilaar (lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937; umur 72 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu. Ia menikah dengan H.A.R Tilaar dan memiliki empat anak, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar,Wulan Tilaar,Kilala Tilaar. Bekerja sama dengan Kalbe Farma, ia membuat perusahaan kosmetika dan jamu Martina Berto. Selain itu ia juga memiliki usaha kerajinan di Sentolo, Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery.Dia juga memiliki Kampung Jamu Organik di Cikarang,Bekasi

Sejarah kampung jamu organik

Dibangun tahun 1996.Sudah 12 Tahun berdiri,baru dibuka untuk umum pada tahun 2008.

http://id.wikipedia.org/wiki/Martha_Tilaar

Aburizal Bakrie

Aburizal Bakrie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie

Sedang Menjabat
Mulai menjabat 
9 Oktober 2009
Pendahulu Jusuf Kalla

Masa jabatan
7 Desember 2005 – 21 Oktober 2009
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Alwi Shihab
Pengganti Agung Laksono

Masa jabatan
21 Oktober 2004 – 6 Desember 2005
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Pendahulu Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Pengganti Boediono

Lahir 15 November 1946 (umur 63)
Jakarta, Indonesia
Partai politik Golongan Karya
Suami/Istri Tatty Murnitriati
Anak Anindya Noverdian Bakrie
Anindhita Anestya Bakrie
Anindra Ardiansyah Bakrie
Orang tua Achmad Bakrie
Agama Islam
Situs resmi icalbakrie.com
Akun twitter aburizalbakrie
Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946; umur 63 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.
Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).
Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).
Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.


Keluarga

Aburizal mempunyai tiga adik yaitu sebagai berikut
Aburizal menikah dengan Tatty Murnitriati dan dikaruniai tiga anak sebagai berikut:

Pendidikan

Pekerjaan

  • 1992 - sekarang Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
  • 1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
  • 1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
  • 1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
  • 1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
  • 1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers 
http://id.wikipedia.org/wiki/Aburizal_Bakrie

    Bob Sadino

    Bob Sadino

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Langsung ke: navigasi, cari
    Bob Sadino

    Lahir 9 Maret 1933 (umur 77)
    Flag of Indonesia.svg Lampung, Indonesia
    Bob Sadino (lahir di Lampung, 9 Maret 1933; umur 77 tahun), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya.
    Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
    Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
    Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Ia pun sempat mengalami depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.[1]
    Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
    Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.[2]


    http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino

    Putera Sampoerna

    Putera Sampoerna

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Putera Sampoerna
    Putera Sampoerna

    Lahir 13 Oktober 1947 (umur 62)
    Flag of the Netherlands.svg Schidam, Belanda
    Suami/Istri Katie
    Anak Michael Sampoerna
    Putera Sampoerna (lahir di Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947; umur 62 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.

    Awal kehidupan

    Putera memperoleh pendidikan internasional pertama di Diocesan Boys School, Hong Kong, dan kemudian di Carey Baptist Grammar School, Melbourne. Dia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di University of Houston, Texas, Amerika Serikat.
    Lulus dari perguruan tinggi, Putera tidak langsung melibatkan diri dalam bisnis keluarga. Bersama istrinya, Katie, warga Amerika Serikat keturunan Tionghoa, Putera tinggal di Singapura dan menjalankan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Malaysia. Baru pada 1980, Putera kembali ke Surabaya untuk bergabung dalam operasional PT. Sampoerna.

    Sampoerna

    Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.
    Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
    Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.
    Pada tahun 2000, Putera mengalihkan kepemimpinan perusahaan kepada anaknya, Michael.
    Maret 2005 merupakan masa penting dalam perjalanan bisnis Putera Sampoerna dan keluarganya, dimana Putera memutuskan untuk menjual kepemilikan saham atas PT HM Sampoerna kepada PT Philips Morris Indonesia. Pengumuman akuisisi itu mengejutkan pihak-pihak internal (Karyawan HM Sampoerna) dan eksternal Perusahaan (investor, pengamat ekonomi, dll); dimana keputusan untuk menjual bisnis keluarga yang telah dirintis sejak 1913 dinilai berbagai kalangan merupakan langkah bisnis Putera Sampoerna yang sangat beresiko tinggi, mengingat selama ini HM Sampoerna merupakan sumber utama pendapatan dari keluarga Sampoerna bahkan pada saat dijual kinerja perusahaan sangatlah baik. Hingga saat ini alasan Putera Sampoerna untuk melakukan penjualan tersebut tidak diketahui dengan jelas.

    Mansion

    Pada awal 2006, dikabarkan bahwa Putera, yang dikenal menggemari judi, telah menjadi pemilik perusahaan judi raksasa yang bermarkas di Gibraltar, Mansion. Pada saat yang sama, Mansion dilaporkan akan menggantikan Vodafone sebagai sponsor klub sepak bola Manchester United selama empat tahun dalam kontrak senilai 60 juta poundsterling, namun kontrak tersebut kemudian dibatalkan. Kemudian beralih menjadi sponsor klub sepak bola Liga Inggris lainnya Totenham Hotspur sejak musim 2006-2007. Selain itu, Putera Sampoerna juga membeli kasino Les Ambassadeurs di London dengan harga 120 juta poundsterling.